Spesial
 
Merk
 
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: No address associated with hostname in /home/fassindo/public_html/catalog/view/theme/default/template/module/slidingchat.tpl on line 9Warning: file_get_contents(http://opi.yahoo.com/online?u=soul_hans&m=a&t=1): failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: No address associated with hostname in /home/fassindo/public_html/catalog/view/theme/default/template/module/slidingchat.tpl on line 9Offline - Kami akan segera kembali.
Belanjaan Anda
0 unit
 

INFO SEHAT


JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk urusan seksual, pria memang lebih unggul daripada kaum hawa, paling tidak dalam hal gairah. Survei menunjukkan, pada usia tua, pria lebih menikmati kehidupan seks dibandingkan kaum wanita. Dengan kata lain, masa aktif bercinta para pria lebih panjang daripada wanita.

Menurut survei yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, pada usia 55 tahun, rata-rata seorang pria masih akan aktif secara seksual hingga 15 tahun mendatang. Bandingkan dengan kaum perempuan yang hanya 10,5 tahun.

Kesehatan yang prima adalah kuncinya, demikian menurut para ahli yang melakukan survei terhadap 6.000 orang ini. Kesehatan bukan saja mendorong gairah seks, tetapi juga membuat seseorang menikmati aktivitas seksualnya.

Kesehatan yang baik juga berarti menaruh perhatian pada hal-hal yang terkait dengan seks. Mereka juga secara teratur melakukan hubungan seks, minimal sekali seminggu, dan kegiatan tersebut menimbulkan kepuasan.

Pada usia 75-80 tahun, ternyata 38,9 persen pria juga mengaku mereka masih aktif secara seksual. Sedangkan kaum wanita hanya 16,8 persen. Para ahli memperkirakan, faktor ”kesempatan” ikut berpengaruh. Para pria cenderung menikah dengan perempuan yang lebih muda.

Para ahli sepakat bahwa fungsi seksual seseorang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. ”Namun, secara biologis, apabila kita dalam kondisi sehat, tidak ada alasan untuk tak melanjutkan aktivitas seksual,” kata Paula Hall, konsuler seksual.

”Alasan orang berhenti melakukan hubungan seks sama seperti orang yang berhenti naik sepeda. Mereka tidak bisa atau karena mereka tak punya sepedanya,” ujar Hall.